Ada beberapa ilustrasi yang pengen gw gambarin di tulisan kali ini, posting pertama setelah beberapa lama.
Ilustrasi pertama, saat perdebatan reformasi jaminan kesehatan di Amerika Serikat (AS) beberapa bulan yang lalu. Presiden Obama mati-matian mengajak anggota DPR Partai Demokrat untuk mendukung paket RUU yang didukungnya. Dibandingkan dengan UU Jaminan Kesehatan sebelumnya, bisa dikatakan bahwa RUU-nya Obama kali ini lebih menyeluruh dan bahkan disebut sebagian kalangan Partai Republik sebagai RUU berhawa sosialisme. Salah satu anggota DPR Partai Demokrat yang sangat dilematis dalam mendukung RUU Obama tersebut adalah senator asal Nevada, Harry Reid. Dia mendapatkan tekanan dari konstituen negara bagiannya (terutama yang konservatif karena Nevada selalu adalah battleground state antara Republikan dan Demokrat dalam Pemilu AS). Menjawab serangan kaum konservatif atas pendiriannya mendukung RUU Obama tersebut, Reid cukup menjawab “Nevada is my roots”, yang menegaskan kepercayaan dirinya untuk tetap mendapatkan dukungan konstituennya dalam pemilihan sela tengah tahun 2010 nanti. Poll pun menunjukkan bahwa Reid tetap akan mempertahankan posisinya karena (dan bukan “walaupun”) posisinya membela RUU Jaminan Kesehatan Obama. Harry Reid, politisi kawakan dengan pendidikan yang cukup tinggi (Berkeley) memiliki modal percaya diri yang besar dengan memadukannya dengan roots di antara pemilih Nevada.
Ilustrasi kedua, baru-baru ini, Andi Mallarangeng, seorang Doktor Politik dari Universitas Illinois. Berbekal kapasitas pendidikan dan pengalaman menjadi juru bicara kepresidenan selama empat tahun, mencalonkan diri sebagai partai Demokrat. Hasilnya sudah kita ketahui semua, kalah telak. Banyak pihak mengolok-oloknya sebagai kandidat yang hambur uang melalui kampanye medianya yang besar-besaran namun tidak tepat sasaran. Menurut saya, secara visi-misi, Andi Mallarangeng sudah tepat dengan meletakkan Partai Demokrat sebagai partai tengah, di mana ceruk pemilih terbanyak berada. Namun, visi beserta modal pendidikan yang tinggi tidak disertai dengan basis yang kuat. Andi tidak dapat mengatakan dengan laluasanya bahwa Partai Demokrat adalah akarnya. Ia tidak mampu berkata seperti Harry Reid dengan percaya diri bahwa PD adalah “root“-nya. Ia pun mengakui bahwa ia tidak memiliki komunikasi yang efektif dengan pengurus PD se-Indonesia.
Dua ilustrasi di atas menunjukkan bahwa untuk menjadi dokter sosial yang baik dan workable dalam sebuah sistem yang demokratis, seseorang harus memiliki roots yang memadai. Ia adalah jangkar atau basis bergeraknya seseorang. Hal ini tidak dapat digantikan dengan apapun dalam politik representasi. Keberhasilan pencitraan yang memenangkan SBY dalam pemilu 2009 tetap tidak dapat dipisahkan dari peran komplementernya pada keberhasilan pemerintahan SBY secara umum lima tahun sebelumnya.
Dua ilustrasi di atas juga merupakan pengingatan bagi kita semua. Terutama bagi pihak-pihak yang percaya pada demokrasi, HAM, pengentasan kemiskinan, atau isu-isu lainnya. Sesungguhnya, kondisi dimana seseorang out of touch dengan lingkungannya, tidak pernah dapat tempat dalam demokrasi.